Akhir-akhir ini dunia dihebohkan dengan kehadiran boneka s*ks asal Jepang. Sebuah perusahaan boneka s*ks di Negeri Sakura ini mengklaim pihaknya berhasil membuat produk yang nyaris menyerupai manusia, ia adalah PT Orient.PT Orient menyebut boneka s*ks ini sebagai 'istri Belanda'. Pelanggan dapat memilih rambut, warna mata, hingga warna kulit sesuai selera. Kesan wanita Asia maupun Eropa juga dapat dipilih secara bebas.
Beberapa pelanggan yang pernah menggunakan boneka s*ks produk PT Orient ini mengaku tidak ingin memiliki pacar sungguhan. "Iklan boneka s*ks ini menyebut setelah mencobanya, tak ada pria yang mau pacar manusia sungguhan," dikutip dari Mailonline.com, Minggu (24/8).
Lantas bagaimana pendapat para wanita melihat fenomena ini? Berikut 5 tanggapan wanita soal pria penikmat boneka s*ks yang di ambil dari berbagasi profesi Model, Pekerja asuransi, Mahasiswa, PNS, dan Bidan
1. Model
Menurut model yang kerap disapa Tika ini pria menggunakan boneka s*ks karena ingin melampiaskan birahinya yang tidak terwujud. Ataupun efek 'jomblo'.
Jika pria yang telah memiliki pasangan dan tidak bisa terwujud berhubungan s*ks dengan pasangannya, bisa jadi pasangannya sudah merasa 'ilfeel' (ilang feeling). Atau bisa jadi wanitanya telah manopause dan enggan terkena penyakit kelamin.
"Kalau misalnya cowok yang gak punya pasangan mungkin dia gak laku makanya bingung mau ke siapa lagi, mungkin kalau sama PSK takut kena HIV ya jadi boneka aja," ujarnya.
Hal itu menurutnya terbilang normal jika pria tersebut masih menyukai manusia. Namun hal yang tidak normal baginya jika pria tersebut melampiaskan kepada hewan.
2. Pekerja asuransi
Pengalaman yang diperoleh wanita asal Jawa ini, sebut saja M mengatakan temannya yang sesama wanita memaksa suaminya yang merupakan pelayar memiliki boneka s*ks. Hal ini dilakukan agar suaminya 'tidak jajan' sehingga menimbulkan penyakit kelamin.
Tak jarang pula di antara para pelayar memang berniat memiliki boneka s*ks tersebut. "Ada beberapa teman saya sendiri yang berlayar, mereka pasti punya," katanya.
Mendengar cerita temannya tersebut membuat dirinya beranggapan bahwa hal tersebut terbilang normal. Pasalnya efek "LDR" bersama istri dan mencegah timbulnya penyakit jika berhubungan s*ks dengan wanita lain.
"Itu sah-sah aja dan normal aja kalau kita lihat alasannya seperti itu, secara mereka normal. Toh as a man," ujarnya.
3. Mahasiswa
Menurut mahasiswa S1 di salah satu perguruan swasta ini mengaku bahwa sikap pria yang kerap hobi menggunakan boneka s*ks telah melakukan perilaku menyimpang. Apalagi jika menggunakannya secara terus-menerus.
"Iya kalau buat sekali-kali, nah kalau terus-terusan dan akhirnya gak mau having s*ks sama manusia gimana?" kata Dhamarista melalui pesan pribadi, Sabtu (23/8) malam.
Hal tersebut sangat disayangkan jika ditiru oleh pria Indonesia. Pasalanya, menurut Dhamarista Indonesia memiliki jumlah wanita yang banyak dibandingkan pria.
"Sayang aja kalau gak mencoba untuk lebih bersosialisasi sama perempuan dan mungkin build relationship atau menikah then having s*x together (bersama wanita sungguhan)," tambahnya.
Menurutnya juga pria yang cenderung memiliki hobi seperti ini akibat si pemakai yang ingin merasakan sensasi layaknya 'having s*x' sesungguhnya. Bisa saja pria tersebut takut jika melakukan hubungan s*ks yang dapat menimbulkan kehamilan di luar nikah.
4. PNS
Berbeda lagi halnya dengan wanita yang memiliki tiga orang anak, sebut saja C. Menurutnya perilaku tersebut sudah dianggap tidak baik.
"Wah gak bagus itu," singkatnya.
Hal ini menurutnya dapat merusak masa depan Indonesia, terutama pada anak-anak. Mental anak-anak Indonesia akan rusak hanya karena perilaku yang gemar menggunakan boneka s*ks sebagai tempat menumpahkan kegairahan s*ks.
"Itu bisa merusak mental anak-anak," tambahnya.
5. Bidan
Menurut bidan yang satu ini, perilaku tersebut dapat dikatakan normal jika pria tidak menjadikan boneka s*ks sebagai alat kebutuhan. Pasalnya, jika sudah dianggap sebagai kebutuhan pria akan terus menggunakannya secara terus-terusan.
"Ya kalau sekali-kali gak apa-apa, tapi kalau keterusan jadi ga bagus," katanya.
Dia pun juga beranggapan bahwa pria yang kerap 'ketagihan' akan sensasi boneka s*ks telah merusak kepribadian dan mentalnya. Seolah-olah nafsu s*ks-nya dapat ia lampiaskan kapan saja bersama boneka s*ks.
Hal ini juga dikhawatirkan akan mempengaruhi orang lain, terutama pada anak-anak. Sebab, anak-anak dapat terpengaruh dengan mudah ketika melihat perilaku orang lain.
Nah bagaimana tanggapan anda ? Jika menurut anda baik terus bagaimana menurut yang lain ??
Monggoo... sampaikan unek unek nyaa...
Ingin lihat Galeri nya disini
Post a Comment
tes